PROGRAM PASRAMAN, MENUMBUHKAN KARAKTER GUNA MENGHADAPI PERKEMBANGAN ZAMAN

Semarapura, CELEPUK Pendidikan tinggi seseorang tidak menjamin sikap (karakter) baik, layaknya orang terdidik. Oleh karenanya dalam kehidupan sangat perlu adanya keseimbangan sebagaimana pepatah menyatakan “Karakter tanpa ilmu adalah tuli, ilmu tanpa karakter adalah buta”. Oleh sebab itu, ilmu harus diimbangi dengan karakter. Selain itu pula, seorang ilmuwan besar

mengatakan “Most people say that it is the intellect which makes a great scientist. They are wrong: it is character.”-Albert Einstein. Salah satu narasi Albert Einstein melantaskan bahwa bukan kepintaranlah yang membawanya menuju kesuksesan melainkan karakter yang tertanam dalam diri. Jadi, sudah sangat jelas karakter sangat perlu ditanamkan dalam diri utamanya pada generasi muda.

Dalam upaya pembentukan karakter dalam diri dan menciptakan siswa-siswi Ekasma sesuai dengan moto yaitu Cerdas, Disiplin, Berkualitas, Satuan Pendidikan melaksanakan program Pasraman Kilat (Pen. Agama) yang dilaksanakan pada Sabtu 17 Juni 2023 berlokasi di Aula SMA N 1 SEMARAPURA.

Kegiatan pasraman merupakan sebuah kegiatan yang digelar dengan melaksanakan kegiatan keagamaan seperti mempelajari dan membuat sarana-prasarana (upakara) yadnya (pejati sengkui dan kelabang ikuh) serta mengetahui filosofi dari upakara-upakara tersebut. Kegiatan tersebut digelar guna mengenalkan upakara yadnya tersebut kepada siswa-siswi. Selain itu, menumbuhkan karakter yang baik pada diri siswa-siswi. Dalam kegiatan ini diangkat sebuah judul yakni, “Malarapan antuk Pasraman kilat ngardiang saha nglimbakang karakter para jnanane tur mabuat antuk jnana mahottama”.

Kegiatan ini tidak lupa diawali dengan melaksanakan persembhayangan bersama untuk memohon kelancaran dan keselamatan. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan regristasi peserta dan dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan pasraman oleh Bapak Kepala Sekolah SMA N 1 SEMARAPUR. I Putu Sudibawa, S.pd M.pd., mengatakan dalam pidatonya bahwa “kegiatan pasraman ini sangat bagus untuk membentuk karakter siswa serta mengenalkan upakara yadnya agar dikemudian hari tidak tergerus oleh zaman”.

Setelah kegiatan pasraman dibuka, dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu, membuat upakara yadnya yang dipandu oleh Bapak/Ibu panitia serta dibantu oleh Bapak/Ibu Manajemen. Setelah pembuatan upakara tersebut usai, dilanjutkan dengan pengenalan filosofi upakara yang dipandu oleh narasumber Ibu Budi Ayu dan Ibu Helly. Pada kegiatan ini banyak sekali memberikan edukasi mengenai filosofi-filosofi dari upakara yadnya, cara membuat upakara, syarat-syarat pembuatan. Salah seorang peserta bernama Ayu mengatakan “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi diri saya, saya bisa mengetahui cara membuat upakara beserta dengan filosofinya apalagi saya seorang perempuan yang dimana sebagai umat hindu harus mengemban hal-hal seperti ini. Jadi, kegiatan ini menurut saya sangat mengedukasi.”

 “kita sebagai umat hindu sudah sepatutnya mempelajari hal-hal berbau upakara seperti ini, apalagi upakara yadnya ini akan dihaturkan kepada Ida Hyang Widhi sebagai wujud sembah bhakti. Dengan mempelajari hal seperti ini jikalau ada yang bertanya bisa kita menjawab, biar tidak keluar ucapan “nak mula keto”. Dengan terlaksana kegiatan ini saya yakin siswa akan dapat mengetahui upakara yadnya dan filosofinya. Pangsing ade anak e disisi ngewalek anak hindu tusing nawang budayane” ucap Bapak Panitia, Bapak Agus.

Berita Terbaru

PPE (1)

Putra Putri EKASMA : Wajah baru menuju awal yang baru dengan semangat menggebu

Pik-r

Harapan Masa depan Tertuang di dalam Perayaan Hut Pik-R Dharmayowana ke 14

GMS

MERAYAKAN BERSAMA, 15 TAHUN PRAMUKA AMBALAN GAJAH MADA - SARASWATI

Cerita Sekolah